"perut loe gede amat, udah berapa bulan?"
"itu jidat apa lapangan bola? lebaar.."
"eh, sendirian aj... hari gini masih sendiri?"
itu pertanyaan yang lazim kita dengar di jaman sekarang. sebenarnya tidak cocok disebut sebagai pertanyaan, tapi pernyataan yang gak pernah butuh jawaban. Hanya kata-kata spontan yang keluar sebagai cikal bakal bahan tertawaan. Ini bukan lagi sesuatu yang tabu untuk dilakukan, tapi sudah menjadi habit yang menyebar. Mungkin di dunia sehari-hari memang sudah ada, tetapi menjadi hal yang lebih lazim lagi ketika disiarkan di televisi. Di peragakan oleh artis kenamaan, yang kemudian mudah sekali untuk di contoh masyarakat umum sebagai bahan lelucon di kehidupan sehari-hari.
kata-kata yang gak pantas sebenarnya dikeluarkan hanya untuk membuat kita terhibur sesaat. kata-kata yang kita kenal sebagai "bully" adalah senjata ampuh untuk membuat seseorang tidak bersyukur atas nikmat yang ada pada dirinya. Membuat yang dibully terasa terintimidasi dengan kondisinya sendiri. Padahal kadang bully yang ditujukan kepadanya adalah sesuatu yang memang di luar kendali ia sendiri. Tapi kenapa kita selalu bersenang-senang di atas ketidaknyamanan orang lain?
Mungkin karena hal itu sekarang dianggap sudah lazim. Orang yang hanya berkata jika hal tersebut dirasa penting bisa jadi tereliminasi dari pergaulan "anak hits", jadi anak cupu, gak asik, terlalu serius. Sedangkan orang yang ngomong nyablak, apa adanya, akan dianggap asik, meskipun kadang apa yang ia keluarkan adalah hal-hal yang tidak pantas untuk didengar.
Comments
Post a Comment